Sabtu, 01 Oktober 2011

Burgerkill Guncang Stadion Siliwangi

Sekitar sepuluh ribu anak muda berkaos hitam yang juga banyak kalangan bobotoh Persib penuhi lapangan sepakbola Stadion Siliwangi, Sabtu (24/9) sore. Mereka tampak antusias menyaksikan grup band underground asal Bandung, Burgerkill yang diusung dalam even Djarum Super Konser Burgerkill "Venomous Alive".

Konser tunggal yang sekaligus mengusung album terbarunya atau album ke-4 itu langsung melesatkan nomor pembukanya dengan lagu berjudul Age of Versus. Para fans berat Burgerkill yang disebut 'begundal' pun langsung pula menyambutnya dengan teriakan dan jingkrakan sambil bergerak ke sana ke mari. 

Begitu pula saat nomor kedua "Under The Scars" dinyanyikan, pergerakan para begundal di tengah ribuan penonton lainnya tampak begitu penuh semangat. Berbenturan badan dan saling sikut pun tak bisa dielakan antar 'begundal'. Tapi uniknya meski saling beradu fisik saat berjoget, mereka tak ada satupun yang emosi hingga menimbulkan keributan. Setiap kali musik hingar bingar menyalak, gerakan dan adu fisik terjadi, tapi begitu musik berhenti aksi goyangan para 'begundal' pun berhenti.

Grup band 'metal brutal' yang digawangi Vicky pada vokal, Eben pada gitar, Agung pada gitar, Ramdan pada bas, dan Andris pada drum itu membawakan sekitar 15 lagu itu berlangsung aman tanpa ada peristiwa keributan atau anarkis. Pergelaran yang dimulai sejak pukul 15.30 hingga 17.00 itu berlangsung lancar. Padahal, selain para 'begundal'-nya yang pakai kaos hitam, setting panggung pun dibuat hitam, seram.

Selain semua nomornya mendapat sambutan heboh dari para 'begundal', mereka pun mengusung satu nomor berjudul 
'Tiga Titik Hitam' bersama bintang tamu Fadli 'Padi'. Para "begundal" pun tetap menyambut dengan kehebohan yang sama. Kehebohan para begundal berlangsung sampai pertunjukan usai yang ditutup dengan nomor Atur Aku.

"Ini memang suatu terobosan besar. Kami bisa konser di Stadion Siliwangi dengan kondisi alhamdulillah aman dan lancar," kata Agung sang gitaris Burgerkill saat ditemui seusai pergelaran, Sabtu (24/9).

Diharapkannya kesuksesannya bermain di Stadion Siliwangi yang dulu menjadi lokasi konser untuk band-band besar itu bisa diikuti oleh komunitas dan band-band ternama lainnya. 
"Bagi kami sendiri ini konser tunggal kedua setelah yang pertama digelar pada tahun 2006 lalu. Maka jarak antara konser yang pertama dengan yang kedua juga cukup lama," ujarnya. 

Sementara Herman Sutanto, Manager Marketing Services mengatakan keberanian pihak Djarum mendukung penuh konser band underground di Stadion Siliwangi merupakan sudah menjadi idealismenya. Sehingga bisa menjadi bukti untuk pergelaran ke depan, bahwa konser metal pun bisa aman. 

"Sebetulnya baik Djarum maupun Burgerkill sudah sepakat kalau jadi konser harus di Siliwangi, kalau tidak di Siliwangi maka konser batal. Untungnya aparat keamanan ternyata mengizinkan, dan ternyata ini bisa aman, dan ini menjadi suatui bukti," kata Herman saat ditemui wartawan seusai pergelaran.
 (

Burgerkill Sudah Melunasi Semua Kewajiban


MEREKA SUDAH LAYAK DITAHBISKAN SEBAGAI BAND TERBAIK DI TANAH AIR. DAN KEMARIN MEREKA BARU SAJA MELUNASI SEBUAH KEWAJIBAN PENTING.
GOD DAMN… konser itu tidak meleset satu derajat pun dari ekspektasi. Konsep yang digodok dengan sangat anjrittt menghasilkan suguhkan yang anjrittt pula. Histeria massal terus menggelora dari lagu ke lagu. Kaki para begundal pun seperti dipaku di atas rumput Stadion Siliwangi ketika Vicky, Eben, Agung, Ramdhan, dan Andris, menyudahi Venomous Alive tepat ketika jarum jam menjejak di titik 17.30 WIB, Sabtu (24/9) itu. Sebagian dari mereka masih bertahan sampai hari habis ditelan malam, padahal seluruh personel Burgerkill sudah lama menghilang dari atas panggung.
Apa mau dikata, Burgerkill memang sudah lama dikenal sebagai biang kesempurnaan. Mereka seolah-olah tidak pernah membikin sesuatu yang tidak bagus. Album Venomous adalah sebuah katarsis yang sangat elegan untuk menanggalkan identitas lama Burgerkill yang amat lekat dengan sosok Ivan Scumbag, dan bersulih jadi Burgerkill baru yang tidak kalah keren. Dan, suguhan mereka dalam balutan Venomous Alive di Stadion Siliwangi itu boleh diibaratkan sebuah ejakulasi maksimal dalam rangkaian morse seksualitas sejak album pertama itu baru serupa rumor sampai mengejawantah jadi bentuk kepingan CD.
Tentu saja Burgerkill teramat layak merasa puas dengan ejakulasi yang mereka alami di atas rumput Stadion Siliwangi petang itu. Dan pula semua yang hadir, termasuk orang tua dan keluarga besar masing-masing personel. Sebab, dengan Venomous Alive, Burgerkill telah menunaikan satu kewajiban penting sebagai sebuah band besar, yakni menggelar konser tunggal.
Tidak ada sedikit pun spasi yang membuat Venomous Alive harus mendapat kredit negatif. Sebab, kalaupun ada, itu pasti bakal tertutupi oleh aksi tuntas Burgerkill selama dua jam lebih. Penonton seperti merasa masih lapar ketika Burgerkill menyuguhkan santapan terakhir berupa kolaborasi anjisss dengan Arian 13 saat membawakan lagu Atur Aku. Dan itulah tanda-tanda bahwa apa yang mereka sajikan — jika diibaratkan sebuah pesta jamuan makan —- semuanya serba lezat.
Dengan Venomous Alive barangkali Burgerkill tak perlu lagi melakukan apa pun untuk tetap mempertahankan imej mereka sebagai band metal terbaik sepanjang masa di negeri ini. Namun, bukan Burgerkill jika merasa puas dengan apa yang mereka genggang hari ini. “Tentu saja kami sangat sangat sangat puas dengan pencapaian ini. Tapi, kami tidak akan berpuas diri,” ucap Eben usai konser.
Eben kemudian menuturkan sejumlah mimpi yang bakal mereka rajut setelah merilis Venomous dan menggelar ritual istimewa dalam rangka peluncuran album tersebut. Salah satunya ingin mengembangkan sayap Burgerkill jadi band internasional. “Mungkin sudah waktunya kita memikirkan sesuatu yang lebih besar lagi. Kami ingin juga diakui di dunia yang lebih luas,” imbuh Eben.
Lho bukankah selama ini mereka sudah pernah menggelar tur Asia Tenggara dan mengecap panggung internasional seperti Soundwave Festival 2009 serta Big Day Out 2010 di Australia? “Belum! Kami belum puas dengan itu. Kami ingin juga merambah Eropa dan Amerika. Dan kami merasa mampu untuk melakukannya. Hidup itu harus rock n roll, brader. Jika kita tidak merasa yakin dengan kemampuan kita, maka kita tidak akan bisa meraih apa yang kita impikan,” sembur Eben lagi.
SEBUAH PENTAHBISAN
Lalu apa makna paling penting Venomous Alive buat Burgekill? Yeahhh… sosok ini adalah orang paling tepat untuk dijadikan tempat bertanya: Arian 13. Mantan vokalis Puppen yang sekarang mengibarkan penjor Seringai ini termasuk salah satu orang yang ada di samping Burgerkill sejak band ini meniti karir. Tapi, Arian tetaplah ‘orang luar’ yang bisa menyodorkan perspektif lebih obyektif mengenai Burgerkill hari ini, khususnya untuk album Venomous dan Venomous Alive.
“Di mata saya Burgerkill adalah band goreng patut! Sudah itu saja!” ungkap Arian. “Hahahaha… heureuy bray!” tambah Arian sambil tergelak.
Di mata Arian, Burgerkill sudah memenuhi seluruh aspek untuk ditahbiskan sebagai salah satu band metal terbaik di tanah air. “Apa mau dikata, mereka sudah memiliki dan melakukan semuanya sebagai sebuah band,” cetus Arian.
Kalaupun ada yang harus dikritik, menurut Arian, adalah soal waktu pencapaian tersebut. “Dari dulu saya sudah yakin Burgerkill akan jadi band besar. Tapi seharusnya mereka sudah mencapai apa yang mereka gapai hari ini ketika umur Burgerkill menginjak bilangan ketujuh. Bukan 16 tahun seperti sekarang,” papar Arian.
Namun, Arian bisa mentolerir urusan waktu tersebut. Sebab, lanjut Arian, ada sejumlah variabel yang membuat Burgerkill baru bisa mencapai level kesuksesan ketika menginjak usia 16 tahun. “Kita tahu sendiri bagaimana sikap lingkungan kita terhadap band-band seperti Burgerkill. Andai saja Burgerkill tumbuh di habitat yang mampu memberikan dukungan lebih baik, mereka sudah mencapai level kesuksesan seperti ini sepuluh tahun lalu. Masih untung juga Burgerkill punya kekuatan luar biasa untuk menyiasati seluruh persoalan tersebut dan hari ini mereka mencapai titik seperti ini,” terang Arian.
Jika Burgerkill sudah memiliki dan melakukan semuanya, lalu apa lagi yang harus mereka perbuat di hari esok? “Secara musik mereka tetap harus melakukan perubahan. Tentu saja bukan dalam rangka kompromi, melainkan untuk sebuah tuntutan progres. Sebab bagaimanapun perubahan adalah progres,” tandas Arian.

Burgerkill Venomous Alive


Konser tunggal Burgerkill Venomous Alive sukses besar! mereka berhasil membuktikan kepada para petinggi-petinggi di Jawa Barat dan Bandung khususnya bahwa konser musik metal itu aman dan tidak identik dengan kerusuhan seperti yang mereka kira selama ini. Dibuktikan dari awal sampai akhir selama pertunjukan berlangsung aman dan tertib. Belasan ribu penonton bermoshing, berslamming sebebasnya tetapi mereka tau aturannya dan Sixletter memberikan dua jempolnya karena mereka semua telah bersikap dewasa. Digebernya 16 lagu dengan jeda waktu yang sedikit, benar-benar menguras energi baik yang perform maupun penonton, tetapi hasil akhirnya semua terpuaskan! Diawal, telinga penonton langsung dihajar oleh lagu “Age of Versus” yang memang berskil tinggi. Burgerkill sendiri dibantu oleh Adam Koil diposisi sampling, Fadli Padi yang membawakan lagu” Tiga Titik Hitam” tampil sangat memukau, membuat merinding semua yang mendengarkan dan bahkan ada yang menangis terharu. Ditutup oleh lagu “Atur Aku” milik Puppen yang dinyanyikan bareng Arian Seringai yang juga ex vokalis Puppen. Banyak kejutan yang dihadirkan di event yang disponsori oleh salah satu perusahaan rokok terbesar di negara ini, seperti adanya booth khusus pameran fotografi Burgerkill oleh Indra Permana, dan pemutaran perdana video klip terbaru yang sangat menjual banget, Only The Strong. Semoga dengan melihat kenyataannya seperti ini mereka semua (petinggi.red) dapat mempermudah kembali berlangsungnya acara-acara musik seperti ini di Bandung. Testimoni hasil akhirnya…MANTAP!











Burgerkill Ukir Sejarah Terbesar Lewat Konser Venomous



Akhirnya konser tunggal Burgerkill “Venomous Alive” sukses bergulir. Tepatnya hari Sabtu (24/9) kemarin, band metal yang digawangi oleh Vicky (vokal), Eben (gitar), Agung (gitar), Ramdhan (bass) dan Andris (drum) ini memuaskan ribuan penonton mereka di “kandang” mereka Stadion Siliwangi Bandung.
Mengusung tajuk konser tunggal, panggung BK yang satu ini memang jauh lebih spesial disbanding panggung mereka lainnya. Dengan panggung besar, dekorasi dan sound system yang mumpuni serta stadion yang mereka daulat sebagai venue jelas memperlihatkan totalitas yang coba mereka persembahkan bagi penggemarnya. Terlebih lagi konser ini digelar di kota asal mereka, Bandung. Di mana konser metal nggak lagi “ramah” seperti dulu. Faktor keamanan membuat panggung metal di kota kembang tersebut cukup sulit digelar menjadi acuan Eben cs untuk memberikan sebuah pembuktian jika nggak ada yang harus dikhawatirkan dari Burgerkill, panggung metal dan massanya.
“Sudah beberapa tahun belakangan ini kami (Burgerkill) cukup sulit untuk manggung di kota sendiri (Bandung). Kebetulan kali ini ada kecocokan antara perijinan, sponsor dan juga album Venomous yang baru rilis yang coba diaplikasikan ke dalam konser tunggal ini. Berharapnya, ini akan menjadi sebuah pembuktian dari BK dalam menunjukan bahwa kami baik-baik saja, begitu juga dengan para pendengar kami yang akan menunjukan sebuah situasi yang aman. Bermain di kota sendiri dengan kapasitas yang besar, pastinya konser ini adalah sebuah mimpi yang menjadi nyata,” ujar Eben kepada Hai Online beberapa waktu lalu.
Konser yang berjalan selama dua setengah jam ini pun juga menyuguhkan aksi-aksi yang berbeda dari panggung BK seperti biasanya. Selain menyuguhkan aksi yang berenergi, BK juga turut menyematkan sebuah sisi emosional terdalam mereka terhadap vokalis terdahulu, alm. Ivan Scumbag. Rekaman video tentang Ivan diputar di layar besar digital sisi panggung dan membuat semua yang ada di sana teringat oleh sosoknya. Nggak lama kemudian, Vicky sang penerus memainkan lagu Tiga Titik Hitam dengan piano yang disusul oleh Fadly Padi yang juga naik ke atas panggung menyanyikan lagu tersebut. Sangat emosional, hingga terlihat beberapa penonton di antaranya ikut bernyanyi sambil menitikan air matanya.
Aksi spesial lainnya pun turut datang dari para personil BK di mana masing-masing menunjukan tajinya lewat sesi solo dari masing-masing instrument andalannya. Nggak hanya sekedar menyuguhkan lagu-lagu metal dengan kompak, lewat sesi ini pun BK juga menunjukan jika semua materi yang ada muncul dari skill mereka yang mumpuni. Nggak heran jika ribuan penonton yang ada nggak ragu untuk memberikan tepuk tangan meriah dari setiap aksi solo yang juga diiringi oleh Adam “Koil” lewat turntablenya. Keren!
Dan dari rangkaian konser tersebut, kolaborasi antara BK dan Arian13 “Seringai” menjadi penutup yang sempurna. Lagu Atur Aku yang dimainkan sukses membuat koor panjang dan circle pit besar di sisi kanan dan kiri penonton. Keren!
“Begundal, terima kasih telah datang dan bersenang-senang bersama kami di sini. Dari semua yang telah dilalui, ini adalah pencapaian terbesar untuk Burgerkill. Terima kasih telah menjadi bagian dari sejarah terbesar dari kami!” ujar Vicky dari atas panggung mewakili rekan band lainnya.
Pastinya konser tersebut akan menjadi sebuah kenangan tersendiri bagi para personil, pendukung dan juga ribuan penonton yang ada di sana. Lewat konser yang tersaji dengan aman ini, BK juga berhasil membuktikan jika nggak ada yang dikhawatirkan dari Burgerkill dan konser metal itu sendiri. Keep smokin’ metal!
Daftar lagu :
Age Of Versus
Under The Scars
Through The Shine
Penjara Batin
Shadow Of Sorrow
House Of Greed
Rendah
For Victory
My Worst Enemy
Darah Hitam
Angkuh
We Will Bleed
Tiga Titik Hitam feat. Fadly “Padi”
Only The Strong
Atur Aku feat. Arian 13 “Seringai”

Kamis, 29 September 2011

jujurlah pada aku...

dalam hidup perlu ada kejujuran.. tapi tak semua org mampu untuk mejadi insan jujur...
selagi kita bernama manusia kita tak mampu jujur dgn org yg kita sayang...
kerana org yg kita sayang kadang2 tak berlaku jujur sepenuhnya dgn kita..
di sebalik kejujuran seseorang ada tersimpan rahsia yg kita tidak tahu..
jujur.. jujur... jujur.. jujurla selagi kita mampu bersikpa jujur...

hnya nabi s.a.w mampu bersikpa jujur sepenuhnya... 

hati yg terluka

sesungguhnya mereka tidak tahu apa yg aku tahuu..
kalau lah mereka tahu apa yg aku tahu...
pasti mereka tak akan bercakap bukan terhadap ku
walau pahit utk aku telan semua itu
aku pasrah walaupun parah utk aku tempuhi semua itu..
aku ada lah aku yg pasti tahu apa yg aku tahu 

lemah d sisi mu

aku bukan nabi dan bukan juga shabat nabi..
aku tak mampu nak jadi mereka
aku hanya insan biasa yg tak terlepas dari segala dosa
aku besyukur pada mu ya allah.
kerana memberi aku kekuatan yg tak ternila
aku bersujud hanya pada mu ya allah...
ujian mu sungguh berat sekali ya allah
walau berat  ujian mu ini ya allah
aku tetap besyukur dan redha semua ini ya allah...