Senin, 01 Agustus 2011

‘PANCEG DINA GALUR’ - HOMELESS CREW UJUNGBERUNG REBELS!

‘PANCEG DINA GALUR’ - HOMELESS CREW UJUNGBERUNG REBELS!


Ujungberung adalah sebuah kota kecamatan di Bandung bagian paling timur, berbatasan dengan Kecamatan Cibiru di timur, Kecamatan Arcamanik di barat, Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung di utara, dan Kecamatan Arcamanik di Selatan. Sejak dulu, Ujungberung terkenal sangat kental dengan seni tradisionalnya, terutama seni bela diri benjang, pencak silat, angklung, bengberokan, dan kacapi suling. Kultur kesenian rupanya tak lekang dari generasi muda Ujungberung walau Ujungberung kemudian dibom oleh kultur industri. Daya eksplorasi kesenian yang tinggi membuat tipikal seniman-seniman muda Ujungberung terbuka terhadap segala pengaruh kesenian. Salah satu yang kemudian berkembang pesat di Ujungberung selain seni tradisional adalah musik rock / metal. Berbicara mengenai hasrat musik ini, fokus kita tentu saja akan tertuju pada komunitas metal tertua dan terkuat, Ujungberung Rebels.
Dapat dianggap, Kang Koeple (kakak Yayat-produser Burgerkill) dan Kang Bey (kakak Dani-Jasad) adalah generasi awal pemain band rock di Ujungberung. Pertengahan tahun 1980an hingga awal 1990an, mereka memainkan lagu-lagu rock semacam Deep Purple, Led Zeppelin, Queen, dan Iron Maiden selain juga menciptakan lagu sendiri. Era ini kultur panggung yang berkembang Ujungberung, dan juga di Bandung, adalah kultur festival.
Band tandang-tanding di sebuah festival musik dan band yang menang akan masuk dapur rekaman. Kita mungkin masih ingat Rudal Rock Band, salah satu band rock yang lahir dan sukses dari kultur ini—dan kemudia mengispirasi banyak anak muda untuk emmainkan mwtal ayng dari hari ke hari semakin kencang saja.Tahun 1990 di Ujungberung misalnya, Yayat mendirikan Orthodox bersama Dani, Agus, dan Andris. Orthodox memainkan Sepultura album Morbid Vision dan Schizophrenia. Sementara itu di Ujungberung sebelah barat, Sukaasih, berdiri Funeral dan Necromancy. Funeral digawangi Uwo, Agus, Iput, dan Aam. Mereka memainkan lagu-lagu Sepultura, Napalm Death, Terrorizer, dan lagu-lagusendiri. Sementara itu, Necromancy—Dinan, Oje, Punky, Andre, Boy—memainkan lagu-lagu Carcass dan Megadeth, selain juga menggeber lagu-lagu sendiri.
Di Ujungberung sebelah timur, tepatnya di daerah Cilengkrang I, Tirtawening, berdiri Jasad yang digawangi Yulli, Tito, Hendrik, Ayi. Mereka membawakan lagu-lagu Metallica dan Sepultura. Sementara itu, di Cilengkrang II kawasan Manglayang, berdiri band Monster yang membawakan heavy metal ciptaan sendiri dengan motor gitaris Ikin, didukung Yadi, Abo, Yordan, Kenco, dan Kimung.Yang unik, perkenalan para pionir ini berawal dari tren anak muda saat itu : main brik-brikan. Dinan (Necromancy) pertama kali kenal dengan Uwo-Agus (Funeral) dari jamming brik-brikan. Pun di kawasan Manglayang. Para personil Monster adalah para pecandu brik-brikan. Mereka berbincang mengenai musik, saling tukar informasi, dan akhirnya bertemu, membuat band, dan membangun komunitas. Selain brik-brikan, faktor kawan sesekolah juga menjadi stimulan terbentuknya sebuah band. SMP 1 Ujungberung—kini SMP 8 Bandung—menyumbangkan Toxic—Addy-Ferly-Cecep-Kudung—yang merupakan cikal bakal dari Forgotten.
Band anak-anak SMP ini berdiri sekitar tahun 1991 atau 1992. Addy kita kenal sebagai vokalis Forgotten. Sementara Ferly adalah gitaris Jasad sekarang. Belum lagi band-band di SMA 1 Uungberung—kini SMA 24 Bandung—yang tak tercatatkan saking banyaknya.Di antara band-band tersebut, band yang berhasil membangun jaringan pertemanan yang baik adalah Funeral dan Necromancy. Bersama kawan-kawan sesama penggila musik ekstrim dari seantero Bandung, mereka berkumpul di lantai 3 Bandung Indah Plaza (BIP) dan membentuk kelompok yang mereka namakan Bandung Death Brutality Area atau sering mereka sinfkat Badebah. Selain Funeral dan Necromancy, tercatat band Voila dan The Chronic yang juga termasuk ke dalam komunitas Badebah. Nama Badebah juga kemduian diadopsi menjadi sebuah program siaran di Radio Salam Rama Dwihasta yang dibawakan oleh Agung, Dinan, Uwo, Agus, dan Iput di Sukaasih, Ujungberung, tahun 1992. Program Badebah memutarkan lagu-lagu ekstrim, dari thrash metal, crossover, hingga death metal, dan grindcore—yang saat itu tentu masih asing di tengah dominasi hard rock, heavy metal, atau speed metal.

Homeless Crew
Kultur festival yang dirasa kurang bersahabat membuat gerah segelintir musisi muda. Dalam festival mereka harus memenuhui banyak syarat yang intinya adalah sama : menuntut band untuk menampilkan wajah sama, bermanis muka agar menang di depan sponsor atau produser. Hal itu memangkas semangat ekspresi rock/metal juga semangat terdalam dan manusiawi dalam diri seorang seniman untuk berkarya. Dengan kesadaran baru itu gelintiran musisi muda Ujungberung maju dan merangsek jalanan.
Di saat yang sama, generasi baru di bawah anak-anak Badebah mulai berkumpul dan membentuk kelompok pecinta metal ekstrim semacam Badebah. Mereka menamakan diri Bandung Lunatic Underground (BLU) yang didirikan secara kolektif oleh Ipunk, Romy, Gatot, Yayat, Dani, Bangke, dan lain-lain. Seperti halnya Badebah, BLU menampung banyak hasrat music dari metal, hardcore, hingga punk. Di bawah BLU, pengembangan jaringan pertemanan para pecinta metal semakin meluas saja.
Musik metal ekstrim juga semakin ramai dengan terbukanya GOR Saparua untuk pergeralan-pergelaran music ekstrim.Di Ujungberung sendiri, perkembangan musik ekstrim didukung oleh Studio Palapa, sebuah studio music milik Kang Memet yang dikelola oleh duet maut Yayat dan Dani. Studio ini kemudian menjadi kawah candradimuka band-band Ujungberung hingga melahirkan band-band besar, kru-kru yang solid, dan musisi-musisi jempolan. Studio Palapa juga yang kemudian melahirkan rilisan-rilisan kaset pertama di Indonesia. Mereka merekam lagu-lagu dengan biaya sendiri, mendistribusikan sendiri, melakukan semua dengan spirit Do It Yourself. Dari sepuluh band independen di Indonesia yang tercatat Majalah Hai tahun 1996, tiga di antaranya berasal dari Ujungberung. Mereka adalah Sonic Torment, Jasad, dan Sacrilegious. Label dan perusahaan rekaman yang mereka kibarkan adalah Palapa Records.
Sayang dinamika ini berbanding terbalik dengan BLU. Tahun 1994, organisasi pecinta music ekstrim ini terpecah ketika scene metal semakin ramai. Setidaknya, kelompok ini terbagi tiga, yaitu Black Mass yang terdiri dari anak-anak black metal, Grind Ultimatum yang terdiri dari anak-anak grindcore, dan sisanya, kebanyakan anak-anak Ujungberung yang lebih terbuka dan inklusif dalam mengapresiasi music, membentuk Extreme Noise Grinding (ENG) awal tahun 1995. Yayat adalah tokoh sentral ENG.Propaganda awal ENG ada tiga, yaitu membuat media komunitas musik metal bawahtanah, membuat pergelaran music metal sendiri, dan mebentuk kru yang mendukung performa band-band Ujungberung. Manifestasi dari propaganda media adalah berdirinya Revograms Zine yang dibentuk oleh Dinan pada April 1995 dengan tim redaksi yang terdiri dari Ivan, Kimung, Yayat, Dandan, Sule, Gatot. Manifestasi dari propaganda pergelaran sendiri band-band Ujungberung adalah digelarnya acara Bandung Berisik Demo Tour yang lalu dikenal sebagai Bandung Berisik I. Di acara ini lima belas band Ujungberung unjuk gigi, ditambah bintang tamu Insanity dari Jakarta. Tahun 2004 kelak, bandung Berisik IV di Stadion Persib dicatat oleh Time Asia sebagai pergelaran musik bawah tanah terbesar di Asia setelah berhasil menyedot audiens sebanyak 25.000 metalhead dari seluruh Indonesia. Sementara itu, manifestasi dari propaganda kru band adalah dengan terbentuknya Homeless Crew.
Ini merupakan kelompok musisi-musisi muda yang aktif mempelajari seluk beluk sound system dan teknis pergelaran sebuah band dengan cara belajanr langsung menjadi kru band kawan-kawannya. Pada gilirannya, Homeless Crew tak Cuma berperan sebagai kru yang vital bagi sebuha band, tapi juga menjadi gaya hidup anti-mapan ala anak-anak Ujungberung yang menolak untuk “berumah”. Gaya hidup anti-mapan ini bukan hanya ada di alam pikiran anak-anak Ujungberung, namun benar-benar mereka amalkan dengan keluar rumah, bergabung dengan kelompok mereka untuk tinggal bersama di jalanan. Para pencetus Homeless Crew adalah Yayat, Ivan Scumbag, Kimung, Addy Gembel, dan tentu saja sang radikal, Dinan.Ujungberung Rebels
Antara tahun 1995 hingga 1997, Homeless Crew semakin berkembang pesat. Setidaknya ada dua puluh band berdesakan hidup di jalanan Ujungberung dengan semangat juang yang tinggi. Seiring dengan penggarapan Bandung Berisik II, Homeless Crew berencana menghimpun kekuatan band-band mereka ke dalam satu kompilasi. Proyek ini dikomandoi sendiri oleh Yayat sehabis bandung Berisik II usai digelar. Ada enam belas band ikut serta mendukung kompilasi ini dan membiayai rekaman mereka secara swadaya. Mereka kemudian menamai kompilasi mereka Ujungberung Rebels. Istilah “rebels” digunakan karena apa yang mereka lakukan pada saat itu adalah memang sebuah pemberontakan. Bukan hanya pemberontakan pada scene music secara umum yang sangat didominasi music pop, tapi juga pemberontakan kepada pengkotak-kotakan music yang berujung pada perpecahan genre di scene bawahtanah Bandung. Melalui kompilasi ini, Homeless Crew bagai ingin menunjukkan wajah keragaman music yang ada di Ujugnberung. Dan memang tak cuma death metal dan grindcore hadir dalam kompilasi ini. Punk, gothic, dan hardcore ikut mewarnai kompilasi ini.
Kompilasi ini akhirnya dirilis Independen Records dengan tajuk Independen Rebels dengan nilai transaksi empat belas juta rupiah pada tahun 1998. Namun demikian, walau nama “Ujungberung Rebels” tak jadi dijadikan judul kompilasi, namun namanya tak lantas pudar. Ujungberung Rebels malah kemudian menjadi identitas baru bagi komunitas musik metal bawahtanah Ujungberung, berdampingan dengan nama Homeless Crew. Masa itu, jika memanggil Ujungberung Rebels maka identifikasi scene akan langsung tertuju pada Homeless Crew.Dari keuntungan kompilasi Independen Rebels, Yayat kemudian mendirikan sebuah distro yang menampung hasil kreativitas anak-anak Ujungberung dan Indonesia pada umumnya, Distro tersebut ia namai Rebellion, bertempat di jl. Rumah Sakit Ujungberung. Kabarnya, Rebellion adalah distro kedua di Indonesia setelah Reverse Outfit. Belakangan,Rebellion pindah, bersinergi dengan Pisces Studio. Pisces adalah studio milik Dandan ketika Kang Memet akhirnya memutuskan menjual alat-alat band Studio Palapa, Februari 1997.Sementara dinamika rilisan kaset menggila, begitu juga dengan zine dan media. Zine kedua setelah Revogram adalah Ujungberung Update. Mereka yang berada di balik Ujungberung Update adalah Addy Gembel, Amenk, dan Sule. Merekalah yang kemudian membuat istilah tren saat itu : Gogon, singkatan dari “Gosip-gosip Underground”.
Setelah Ujungberung Update, kemudian lahir Crypt from the Abyss yang diasuh oleh Opick Dead, gitaris Sacrilegious saat itu, Loud n’ Freaks yang diasuh oleh Toto, penabuh drum Burgerkill, dan The Evening Sun yang diasuh Dandan sang drummer Jasad. Belakangan, tahun 2000an, Toto bersinergi dengan Eben membuat zine NuNoise, salah satu zine progresif yang mengkover pergerakan musik termutakhir. Selain itu, Toto juga secara intens menerbitkan newsletter bernama Pointless selama tahun 2003 hingga 2005. Zine lainnya yang fenomenal dan terus bergerak hingga kini adalah Rottrevore yang diasuh oleh Rio serta Ferly, gitaris Jasad, merupakan media propaganda musik metal. Belakangan, Rottrevore berkembang menjadi perusahaan rekaman khusus musik metal. Rottrevore dimiliki grinder Jakarta, Rio, tapi dikelola oleh anak-anak Ujungberung Rebels.
Baby Riots War Machine Squad

Baby Riots War Machine Squad, Grinding Punk Corporation, Cicaheum Hell Park Baby Riots adalah sebutan anak-anak Ujungberung Rebels bagi pasukan tempur bentukan Butchex, pentolan band The Cruels dan Mesin Tempur. Tahun 1999 Ujungberung Rebels berkembang semakin pesat secara kualitas, kuantitas, dan totalitas. Saat itu juga mulai terasa konflik dan gesekan antara para metalhead kita dengan masyarakat sekitar. Ujungberung yang berkultur indsutri dan merupakan daerah peralihan yang tanggung—kampung bukan, kotapun bukan—melahirkan banyak juga komunitas lain yang serba tanggung dan kemudian lazim kita namakan preman. Mereka kurang senang melihat anak-anak Ujungberung dengan segala totalitasnya, wara-wiri di jalanan Ujungberung. Bentrokan dengan preman-preman pun semakin sering terjadi. Tak hanya itu, perkembangan di scene music yang semakin diwarnai premanisme juga semakin memperkokoh Homeless Crew Ujungberung Rebels untuk berbuat sesuatu. Dan sesuatu itu adalah dibentuknya Baby Riots War Machine Squad.
Baby Riots War Machine Squad adalah pasukan tempur Ujungberung Rebels yang setia membela kepentingan para “presiden metal” Ujungberung Rebels. Menurut Butchex, sang panglima, Baby Riots adalah campuran anak-anak jalanan Cicukang dan Cicaheum yang barbar dan tak memiliki hasrat lain selain bertempur. Baby Riots akan segera keluar sarang jika ada yang mengganggu para pionir Ujungberung. Untuk menjadi anggotanya tak mudah. Mereka akan dipantau oleh Butchex, sang komandan, dilihat dari heroisme mereka membela Ujungberung dan bila sudah terbukti mereka akan diberi kalung silet sebagai simbol keanggotaannya. Namun demikian, karena semakin liar dan tak terkendali, Butchex kemudian membubarkan Baby Riots. Di saat yang bersamaan, gairah bermusik Butchex juga semakin membara ketika akhirnya menemukan hasrat musik yang selama ini terus ia bayangkan. Hasrat itu ia dapatkan ketika bandnya, The Cruels, digarap oleh musisi-musisi metal semacam Dani Jasad, OpikDead, dan Komenk. Bersama tiga metalhead inilah Butchex merumuskan music punk baru yang kental dengan aura metal dan grindcore, hingga akhirnya lahirlah album The Cruels, Hollow Horror tahun 2001. Dalam sampul bagian dalamnya, The Cruels menuliskan propaganda musik mereka “It’s a punk grinding time!” Secara tidak langsung, propaganda itu adalah proklamasi berdirinya sel baru yang tak kalah bahaya dari Ujugnberung Rebels, Grinding Punk Corporation (GPC). Setidaknya ada enam band yang menurut Butchex hadir di awal berdirinya GPC. Mereka adalah The Cruels, Bloodgush, Sedusa, Caravan of Anaconda, Pemberontak, dan Six Men from Egypt. Segera saja GPC berkembang ke seantero scene.
GPC kemudian berkoalisi dengan Saraf Timur Squad Cicalengka dengan ikon-ikonnya seperti Tikus Kampung dan Punklung. Ketika akhirnya Butchex bosan bermusik, ia membunuh bosan itu dengan bermain skateboard. Di scene ini, ia juga lalu membentuk sebuah kelompok pecinta skateboard yang kerap bermain skateboard di belakang Terminal Cicaheum Bandung sekitar tahun 2002 atau 2003. Karena begitu rawan bentrokan dengan preman-preman terminal serta begitu jalanannya tempat para skater ini bermain-main, Butchex menamakan kelompoknya, Cicaheum Hell Park (CHP). Belakangan, CHP juga sering berkolaborasi dengan Neverland Sakteboard yang terdiri dari bocah-bocan skater asuhan Pei dari Ujugnberung melalui program kampanye bermain lima belas menit bersama anak-anak dalam satu hari, Never Grow Up. Bandung Death Metal Syndicate dan Sunda Underground
Pertengahan tahun 2000an, scene musik Indoensia dibombardir oleh emocore. Hampir semua panggung pergelaran didominasi oleh hasrat music ini, bagaikan tak pernah akan ada lagi panggung untuk death metal.
Prihatin dengan fenomena ini, para pionir Ujungberung Rebels semakin intens membincangkan fenomena yang memprihatinkan ini. Death metal akan tenggelam jika para pionir diam saja menandangi kudeta panggung emocore atas death metal itu. Maka ketika tak ada lagi panggung dari orang lain untuk death metal, para pionir sepakat untuk mulai memikirkan bagaimana menggarap panggung sendiri yang mementaskan hanya death metal saja. Tiga pionir yang kemudian mengeksekusi hasrat tersebut adalah Man, Amenk, dan Okid. Mereka sepakat menggarap Bandung Death Fest tahun 2006 yang mementaskan band-band death metal Ujungberung, Bandung, dan Indonesia. Bandung Death Fest 2006 digelar dengan sukses di bawah kerja sebuah kolektif bernama Homeless Grind. Tahun 2007, ketika proses persiapan bandung Death Fest II, Homeless Grind berganti nama menjadi Bandung Death Metal Syndicate (BDM). Ada beberapa perubahan penting yang patut dicatat di sini. Yang paling jelas adalah komitmen anak-anak Ujungebrung Rebels yang semakin tinggi terhadap kebudayaan tradisional, dalam hal ini Kasundaan. Man saat itu membuat logo BDM bergambar dua kujang yang saling bersilang dengan semboyan yang fenomenal Panceg Dina Galur. Komitmen Kasundaan juga dibuktikan dengan dimasukkannya pencak silat dan debus sebagai pertunjukan plus dalam Bandung Death Fest II. Saat ini pula BDM mulai kenal dengan Kang Utun, salah satu aktivis lingkungan hidup dan Kasundaan yang kemudian semakin membukakan gerbang adat kepada para metalhead muda kita. Masa inilah Ujungberung Rebels semakin dekat dengan kelompok-kelompok Kasundaan di Bandung.
Mereka semakin sering menghadiri berbagai acara adat dari pabaru Sunda, Rarajahan, Tumpek Kaliwon, atau hanya kongkow-kongkow santai membincangkan berbagai hal ngalor-ngidul. Atas keikutsertaannya dalam berbagai acara adat, Ujungberung Rebels kemudian sering dijuluki juga sebagai Kelompok Kampung Adat Sunda Underground. Komitmen Kasundaan semakin menyala-nyala ketika akhirnya berdiri Karinding Attack yang beranggotakan Man, Amenk, Kimung, Jawish, Gustavo, Ari, dan Kimo selain juga Kang Utun, mang Engkus, dan kang Hendra yang mewakili kelompok adat Kasundaan. Di sisi lain BDM semakin nyata menunjukkan taringnya ketika berhasil dengan mansi dan kreatif berkolaborasi dengan pihak tentara ketika menggelar Bandung Death Fest III 9 Agustus 2008 yang memapu menyedot penonton hingga 15.000 metalhead muda. Fenomena yang sama juga terulang tanggal 17 Oktober 2009 ketika BDM menggarap Bandung Death Fest IV kembali di Lapangan Yon Zipur. Patut dicatat pula, dua pergelaran terakhir itu adalah kolaborasi Ujungberung Rebels dengan scene komunitaas kreatif bandung yang termaktub dalam pergelaran bersama Helarfest 2008 dan Helarfest 2009.
Begundal Hell Club dan Bandung Oral History
Begundal Hell Club (BHC) berdiri tahun 2007, merupakan fansclub Burgerkill. Sejak berdirinya, klub ini mendapat sambutan yang sangat baik dari khalayak. Kini BHC tak hanya menyebar di Indonesia, tapi juga hingga Australia. BHC Australia juga yang berperan besar ketika Burgerkill akhirnya bisa tur di Australia barat awal tahun 2008. Eben sang kreator dan otak dari BHC berperan besar dalam mengembangkan klub ini. Berbagai acara beraura pendidikan komunitas telah digelar BHC sepanjang usia mereka yang baru seumur jagung. Kini BHC sedang berancang-ancang untuk membuat pergelaran khusus BHC dan juga kompilasi band-band BHC. Aroma pendidikan komunitas yang lebih kental tercium dari kelompok riset Bandung Oral History (BOH). Kelompok ini berdiri Desember 2008, diprakarsai oleh Kimung dan Gustaff, mengkhususkan diri berkecimpung di riset sejarah Kota Bandung dengan metode sejarah lisan sebagai metode utama. Sejak berdiri, hingga kini, setidaknya ada dua puluh draft outline riset yang telah dihasilkan para periset. Beberapa draft tersebut adalah riset tentang GOR Saparua, Viking Persib, kiprah para wanita di scene bawahtanah Bandung, kiprah para orang tua di scene bawahtanah Bandung, sejarah Ripple, fenomena CD bajakan di Kota Bandung, gambaran umum komunitas kreatif di Bandung, sejarah kusen keluarga, biografi Priston sang anak jalanan, sejarah Benajng, sejarah Tajimalela di SMAN 1 Cileunyi, sejarah Kopi Aroma, sejarah Persib, sejarah band Sonic Torment, sejarah band Homicide, sejarah GMR FM, sejarah bandung eath Metal Syndicate, kiprah Tiger Association Bandung, fenomena All Star di scene indie Bandung, serta riset mengenai Ujungberung Rebels.Bulan Februari 2009, BOH menggelar pameran hasil riset bersama mereka mengenai kompilasi-kompialsi yang ada di Kota bandung anatar tahun 1995 hingga 2008. Setidaknya ada tujuh puluh enam kompilasi yang mereka riset berdasarkan bimbingan Idhar dan Kimung.
Kini setidaknya ada dua belas riset berkaitan dengan wajah Kota Bandung yang terus dilakukan oleh para periset muda BOH. Hasil riset BOH dipresentasikan tanggal 29 Oktober 2009 di Commonroom dalam acara Nu Substance Festival yang juga termaktub ke dalam Helarfest 2009.Ekonomi Kreatif Ujungberung Rebels
Dinamika pergerakan Ujungberung Rebels semakin menggurita saja dari hari ke hari. Kini setidaknya ada tiga lahan garapan ekonomi kreatif yang berkembang di komunitas Ujungberung Rebels, yaitu fesyen, rekaman, dan literasi. Yang paling subur adalah indsutri fesyen. Setidaknya ada enam industri fesyen yang digagas para pentolan Ujungberung Rebels, mulai dari Media Graphic dan distro Chronic Rock yang dijalankan Eben, Distribute yang dijalankan Pey, Reek yang dijalankan Ferly dan Man, Melted yang dijalankan Amenk dan Andris, CV Mus yang dijalankan Mbie, serta Scumbag Premium Throath yang ini diteruskan Erick sepeninggal Ivan.
Di bidang industri rekaman, Ujungberung memiliki dua perusahaan rekaman yang sangat dinamis, Rottrevore Records yang dijalankan Rio dan Ferly serta Revolt! Records yang dijalankan Eben. Rottrevore bahkan memiliki media literasi berupa majalah metal kencang bernama Rottrevore Magazine. Pentolan Ujungberung lainnya yang aktif di dunia literasi adalah Iit dengan toko buku Omuniuum-nya serta Kimung dengan zine MinorBacaanKecil dan penerbitan Minor Books yang menerbitkan biografi Ivan, Myself : Scumbag Beyond Life and Death, sebuah buku fenomenal, bagian dari trilogi sejarah Ujungberung Rebels dan Bandung Underground. Tentu selain tiga lahan garapan tersebut masih banyak yang lainnya seperti bisnis warnet yang dikelola Kudung atau toko musik atau sentra kuliner. Semua lahan garapan pentolan-pentolan anak-anak Ujungberung Rebels tersebut jelas membuka lebar perbaikan perekonomian minimal di kalangan internal Ujungberung Rebels sendiri, maksimal yah mungkin membayarkan hutang Indonesia raya yang bejibun itu. Segala pencapaian itu tak datang dengan sendirinya.
Segala datang bersama daya konsistensi yang sangat tinggi dan idealisme yang teguh digenggam satu tangan, sementara tangan yang lain menghajar jalanan dengan senjata kreativitas. Tapi kunci dari segalanya adalah keteguhan prinsip. Panceg dina galur, tidak gamang menghadapi perubahan. Membaca segala perubahan sebagai kulit saja bukan sebuah inti, sehingga ketika harus menyesuaikan diri dengan perubahan tak lantas kehilangan diri tenggelam dalam euforia di permukaan.
Segala pencapaian itu juga harus dikelola dengan sinergi yang positif di antara lahan-lahan garapan kreativitas sehingga akan terus berkembang dan pada gilirannya menyumbangkan hal positif bagi masyarakat kebanyakan. Sebuah sentra bisnis dan pusat pengembangan budaya di Ujungberung pasti akan menjadi wadah yang menampung segala aspirasi dan hasil kreativitas mereka menuju totalitas yang paling maksimal. Mininal gedung konser yang di dalamnya terdapat juga youth center, dan pusat dokumentasi dan pengembangan riset sosial budaya yang memadai. Berangan-angan? Tidak juga! Panceg Dina Galur!
PS : Sumber data tulisan dan hak cipta dari berbagai sumber media cetak visual maupun audiovisual.

Minggu, 31 Juli 2011

Font Aksara Sunda Unicode v.1

ᮏᮔᮍᮔ᮪ ᮞ ᮘᮓᮌ ᮙᮠᮛᮏ (|᮱᮴᮸᮲|-|᮱᮵᮲᮱|) ᮊᮅᮌᮜ᮪ ᮓᮔ ᮕᮞᮞ᮪ᮒ
ᮘᮒᮒᮜᮞ᮪. ᮆᮒ ᮕᮞᮞ᮪ᮒ ᮊᮕᮌᮂ ᮒ ᮃᮚ ᮓ ᮘᮧᮌᮧ ᮒᮕ ᮊ ᮊᮝᮛ. ᮓᮔ ᮆᮒ
ᮕᮞᮞ᮪ᮒ ᮓᮞᮘᮒ᮪ᮊᮔ᮪ ᮦᮔ᮪ ᮞ ᮘᮓᮌ ᮙᮠᮛᮏ ᮦᮂ ᮛᮏ ᮔ ᮑᮊ ᮊᮊᮝᮞᮃᮔ᮪ ᮓ
ᮕᮊᮃᮔ᮪ ᮕᮏᮏᮛᮔ᮪ (ᮛᮒ ᮠᮏ ᮓ ᮕᮊ᮪ᮝᮔ᮪ ᮕᮏᮏᮛᮔ᮪). ᮌᮜᮔ ᮜᮝᮂ ᮒ ᮠᮏ,
ᮌᮙᮔ᮪ᮒ ᮊᮔ ᮊᮜᮌᮠᮔᮔ (ᮓᮝᮞ᮪ᮒ): ᮕᮘ ᮌᮛ ᮦᮝᮒᮕᮔ, ᮞ ᮘᮓᮌ ᮙᮠᮛᮏ, ᮞ
ᮞ ᮛᮒ ᮦᮝᮒ, ᮞᮒ ᮞᮕᮛᮔ᮪ᮒᮧᮞ᮪ ᮕᮕᮞ᮪ ᮕᮘ ᮛᮒ.
Pernah melihat tulisan seperti diatas?
Jika kamu pernah berkunjung ke kota Tasikmalaya kamu mungkin pernah melihat tulisan yang mirip seperti itu. Itulah yang dinamakan dengan aksara sunda.
Dalam rangka ikut melestarikan budaya sunda, maka kali ini saya pun memposting tulisan ini.
Aksara sunda sebenarnya pernah saya pelajari bebrapa sks sewaktu kuliah dulu, naumun karena jarang dipakai dan dilatih, kemempuan saya untuk membaca dan menulis aksara itu pun hampir hilang sama sekali.
Sebenarnya aksara sunda itu sudah masuk ke dalam kurikulum pada siswa SMA/MA. Karena itu pula alangkah bergunanya jika font aksara sunda ini dapat dipakai oleh khalayak termasuk para siswa guna menunjang proses pembelajaran.
Aksara sunda yang akan menjadi titik berat pembahasan saya kali ini adalah aksara sunda yang telah melului proses unicode.
Apa itu unicode?
Unicode adalah standar industri dalam pengkodean karakter yang
dirancang untuk memungkinkan teks dan simbol dari semua sistem
tulisan di dunia dapat ditampilkan dan dimanipulasi secara konsisten
oleh komputer. Dengan diakuinya suatu aksara tradisi oleh Unicode
dan telah dipenuhinya semua standar Unicode oleh sistem aksara
tradisi tersebut, maka aksara tradisi tersebut secara otomatis dapat
tampil dalam perangkat lunak apa pun yang memiliki perangkat
pengolahan kata (word processor).
Sejak April 2008, aksara Sunda sudah resmi masuk ke dalam
Unicode. Hal yang diperlukan untuk implementasi lebih lanjut dari
status Unicode Aksara Sunda adalah aspek-aspek yang terkait dengan
standar Aksara Sunda dan font terkait. Penyusunan buku Direktori
Aksara Sunda untuk Unicode ini antara lain bertujuan untuk
penyempurnaan Aksara Sunda standar berikut font terkait sebagai
implementasi Unicode Aksara Sunda.
Dengan telah resminya Aksara Sunda masuk ke dalam Standar
Unicode, maka kini Aksara Sunda sudah sejajar dengan aksara tradisi
lainnya di Indonesia yang sudah lebih dahulu diakui oleh Unicode, yaitu:
Aksara Bali, Aksara Bugis, dan Aksara Rejang.
Dengan adanya unicode ini aksara sunda unicode sudah dapat digunakan pada berbagai flatform. Contohnya saja pada ms office, open office, mozilla, dan yang lainnya.
Setelah adanya aksara sunda unicode ini, kita bisa mngembangkan aksara tersebut di internet. Dan bukan pada tahap yang lebih lanjut mungkin akan ada blog atau web yang 100% menggunakan aksara sunda. Hal itu sangat mungkin karena ternyata cms wordpress juga telah tersedia pada dalam basa sunda (wordpress bahasa Sunda).
wordpress
Kembali lagi ke aksara sunda unicode. Jika ingin menggunakan aksara sunda itu dalam komputer ikutilah langkah-langkah berikut.
  1. Download file aksara sunda.rar disini dan ekstraklah hingga menjadi folder aksra sunda.
  2. aksara sunda folder
  3. Buka folder font dan copy font sundanese latin dan sundanese unicode ke directori C:\WINDOWS\Fonts.
  4. copy fontnya copy font paste di C:\WINDOWS\Fonts paste font
  5. Buka folder papan tombol dan klik dua kali icon SundaKb1_i386 (Windows instaler).
  6. instaler
  7. Setelah selesai akan muncul language bar seperti gambar dibawah. Pilihlah Indonesia untuk mengaktifkan font aksara sunda.
  8. pil indonesia
  9. Setelah memilih indonesia dimanapun kamu mengetik pasti berupa aksara sunda.
  10. diamnapun mengetik akan ada aksara sunda
  11. Khusus untuk pada microsoft office pilihlah dulu font sundanese uncode sebelum mengetik.
  12. pil dulu font
  13. Jika font sundanese unicode tidak dipilih maka tulisan akan tapak seperti gambar di bawah ini.
  14. ancur Slamat mencoba. Wilujeng nyobian. Sumber : Direktori Aksara Sunda Untuk Unicode

Kamis, 28 Juli 2011

CD maker

RonyaSoft CD DVD Label Maker


Ingin bikin CD atau DVD sendiri dengan gambar yang kita inginkan pada CD maupun DVD kita ?? Gunakan aplikasi ini untuk membuat Label CD maupun DVD. Daripada kita menggunakan Microsoft Word, lebih baik menggunakan aplikasi ini karena lebih mudah penggunaannya.
Ok, Download aplikasi ini juga ya !!




Download RonyaSoft CD DVD Label Maker

Luapan Energi Baru Burgerkill


Venomous Luapan Energi Baru Burgerkill

burgerkill, venomous burgerkill, album burgerkill, album venomous
Akhirnya band metal asal bandung, Burgerkill kembali merilis album terbaru mereka setelah 5 tahun dari tanggal rilis album mereka Beyond Coma And Despair ( 2006), album terbaru mereka kali ini bertajuk Venomous. Album keempat ini bakal dirilis bulan Juni 2011.
“Album ini akan membawa kami (Burgerkill) ke perjalanan yang lebih jauh lagi. Banyak semangat positif yang jelas berbeda dari tiga album sebelumnya. Hal ini terjadi berkat kesamaan visi dari masing-masing personil. Banyak beragam pengalaman baru yang telah kami lalui semenjak tahun 2006 hingga kami produksi di tahun 2010 lalu. Semua yang kami rasain kita tuangkan dalam album ini. Emosi dan karakter personil tertuang di dalam album ini yang akhirnya menjadi resep baru dalam Venomous ini,” papar Eben sang gitaris dilansir dari Hai-online.
Venomous sendiri merupakan album paling berbahaya yang pernah dibuat oleh Burgerkill. Tentunya juga berkat kontribusi baru dari Ramdhan di bass dan vokalis baru mereka, Vicky yang memberikan warna baru bagu musik Burgerkill.
“Boleh dibilang Venomous adalah album yang paing berbahaya yang pernah dibuat oleh Burgerkill. Secara kata-kata gue nggak bisa menjelaskan. Tetapi ada keyakinan tersendiri tentang energi positif dari banyak proses jatuh bangun. Ivan meninggal, audisi, bertualang ke Australia hingga mendapat pelajaran berharga di sana. Akhirnya semua itu membuat kami semakin berkembang dengan adanya Ramdhan dan Vicky,” tambah Eben.

Album Terbaru Burgerkill


Album Terbaru Burgerkill Akan Beredar Secara Nasional di Australia

Venomous akan beredar lebih dulu di Indonesia sekitar bulan Mei mendatang.



Oleh: wendi putranto

Share :   
image
Burgerkill
Jakarta - Venomous, album studio terbaru dari band metalcore asal Bandung, Burgerkill dikabarkan akan beredar secara nasional di Australia sekitar bulan Juli mendatang.

“Kami baru mendapat kabar dari label rekaman kami di sana (Xenophobic Records) bahwa pihak Firestarter Music tertarik untuk mendistribusikan album baru kami secara nasional di sana,” jelas Eben, gitaris sekaligus pendiri Burgerkill kepadaRolling Stone via telepon.

Rilis nasional di Australia ini berarti nantinya CD album terbaru Burgerkill tersebut akan dijual di berbagai toko CD yang ada di seluruh benua kangguru tersebut.

Firstarter Music, menurut Eben, merupakan salah satu distributor rekaman yang bergengsi dan berbasis di Perth, Australia. Xenophobic Records sebelumnya mencoba menawarkan beberapa album metal dari katalog mereka kepada Firestarter dan hanya tertarik untuk mendistribusikan album baru Burgerkill tersebut.

Venomous yang berisi 10 lagu baru Burgerkill tersebut merupakan album studio pertama mereka bersama vokalis baru, Vicky, sepeninggal wafatnya vokalis asli mereka, Ivan Scumbag di tahun 2006.

Album studio keempat Burgerkill ini menurut rencana akan rilis terlebih dulu di seluruh Indonesia pada bulan Mei mendatang via label Revolt Records dengan distribusi demajors.

“Album ini seperti new era for BK, kami seperti reborn. Memang setelah Vicky bergabung, kami ingin bikin band yang ‘baru.’ Apalagi selama ini Vicky masih cover lagunya Ivan setiap manggung. Terus terang musiknya sekarang kami sesuaikan dengan karakter vokal dia, jadi ada penyesuaian. Malah, menurut anak-anak, teknik vokal Vicky ini lebih beragam dibanding Ivan dulu,” jelas Eben lagi.

Beberapa nomor dari Venomous seperti "Age of Versus," "Under The Scars," "House of Greed," dan "Only The Strong" sempat dikirimkan oleh Eben ke Rolling Stone.

Rencananya yang akan menjadi single pertama nantinya adalah nomor "Under The Scars" yang berdurasi sepanjang 5:09 menit.

Album studio keempat ini memang sudah sejak lama ditunggu-tunggu oleh penggemar Burgerkill karena terakhir kali band yang sempat tampil di Festival Big Day Out, Australia ini merilis album Beyond Coma and Despair di tahun 2006 silam.

Album terakhir tersebut oleh majalah Rolling Stone Indonesia kemudian terpilih sebagai salah satu dari "150 Album Terbaik di Indonesia Sepanjang Masa."

topi jerami lirik 1 album

SEBUAH ARTI DALAM SITUASI

Hentakan anthem terdengar keras
Memompa deras darah tuk segera berlari (segera berlari!!)
Tuangkan sebuah keramaian
Peluh berbaur, terbayar oleh alunan kata (bersoraklah!!!)

Dapatkah kalian semua bernyanyi? (semua bernyanyi)
Di gemerlap malam dengan gerakan ikuti nada
Goyangkan kedua kaki, langkahkan serentak
Tap...Tap...Tarap!! 2x

Takkan ada batas perbedaan di tempat ini
Buktikan kehebatanmu, dan lukiskan pada gitarmu
Buatlah kami menari, berdansa, dan tertawa
Saat berdiri tuk jadikan malam ini
Sempurna dan indah

Pijaklah dengan lantang
Lantai dansamu menunggu untuk beraksi
Lontarkan kepalan tangan, singkirkan ragumu
Bebaskan harimu!
Bebaskan hari ini!

Panggung ini tak lebih dari sekedar formalitas yang ada
Tuk batasi ruang gerak kita
Namun satu hati menghancurkan dinding keangkuhan pribadi
Yang kan s'lalu injak harga diri

Lekas ambil langkah menuju satu perubahan

Bebaskanlah hari ini
Sambut meriah saat terbaik dalam hidupmu
Bersiaplah!...bersiaplah...
Siapkanlah tuk semua kemungkinan

---------------------------------------------------------------------

TALKING TO YOUR DOOR

Saturday night i knocked your door.
Hold a dozen roses in my hand.
Still hoping you not going around.
You looked over the window, then i surprised you
You screamed like crazy, then you said to me
"Hey can you just wait for a minute,standing nice at side of the chair?"
Alright...but why I felt too long?

Should I stay in the front of your door, you took too long.
Fix your hair and dressing up
"Girl hurry up we're gonna walking out" (I shout it loud, I shout it loud).

This heart is beating faster and I thought
I could make it better, better for us.
I wish that I could get get your lovely kiss tonight.
You came out with a funny dress.
no..noo i can't believe what I've seen, you're so gorgeous.
So take my hand,let's spend out time!
This night is so wonderful, cause there is something meaningful.
Then intended i at the corner of a movie's room.
When I hold your hand, it feels warm and tight.
We sat down on the number 29, waiting for a perfect time .
And i gotta gotta tried again.

Your eyes sparkling, it's so amazing.
God! I feel so nervous, if I let her wait, how stupid kid I am...

Now,now,now you're getting closer.
Talk a lovely words, it blows over my mind,
Gimme gimme a pass so I'll stay and feel a better .
123 let's do our kiss and you're never gonna get scared
Cause I'm still in your "hug"
Gimme gimme your trust so I'll stay and feel better,
Well it's not better now
I'm sad.. cause you've denied

---------------------------------------------------------------------------------

ANOTHER MISTAKE, ANOTHER DISASTER

This Day There's Another
Another Mistake that we've done too much
The sun shines so rudely
Leaving a pathetic situation for us

The air show it's emotion
It feels burned tight in a thousand times before
We taste the same way of our sorrows and getting worst

And now it's time, to wake ourselves
To wipe our sins together
Let the smokes be gone loose in all this trees, we could say it!

Stop right now, stop right now
Do you wanna live inside this broken world ?
I know y'all can get up to fix it
Unite our hearts, this little green grass be a photograph
To be a better world today

It's not too late to confess yourself
So other can listen up that
We taste the same way of our sorrows then getting worst

Start to thinking up to stop this
Or you gonna live inside this broken world
I know you can get up to fix it!

---------------------------------------------------------------------

FIX THE MESS IN THE PAST

Now you locked inside your honesty for a second chance,
I know you can't pretend as you want to be.
It's cutting out yourself, living by mistakes.
I know it's hard to live a life as it is

Now you locked inside your honesty for a second chance,
I know you can't pretend as you want to be.
It's cutting out yourself, living by mistakes.
I know it's hard to live a life as it is

Your secret is a sign of more that lies beneath your soul.
It's quite easy to uncover yet deeper, it still are wordless things.

Open your eyes and see a beautiful side
Beautiful side of your life

Stop thinking that your friends will abandon you,
You are a different today.
Start to fix the mess that you have in the past

-------------------------------------------------------------------

PERTUNJUKAN HARI ESOK

Mulailah ciptakan, klise jejak untuk songsong pagi.
Perisai mimpimu, dan tombak ambisi kan membekas oleh waktu.
Dinamisme emosi kan meredam,
Saat kau tinggal haru sesuatu yang kau anggap "dunia"

Senandungkan, tuk resapi sebuah optimisme kan mengalir.
derasnya intrik menghujam tajam,
Saat kau terjatuh bangkitlah tuk...

Yakinkan esok hari, kelam kan hilang berganti sebuah mimpi.
Junjunglah hari ini,
Jadikan sebuah kendali untukmu dan untuk ku hadapi, miliki,

Ucapkan selamat tinggal
Saat kau melangkah pergi semua kan tersimpan,
Tak perlu kau sesali
(Ruang ini 'kan s'lalu menjadi secercah harapan)

----------------------------------------------------------------------------------

TRANSISI Acoustic (bonus lyrics)

Sorot mata yang kian memudar
Mematahkan naluri genggam
harapan-harapan kosong
Dan kata menjadi tidak bermakna
Terhapus sulit peranmu dalam kehidupan nyata

Lihatlah kedepan karena
kegagalan hari ini
Takkan kau temukan kembali
Di waktu yang tak berjeda
Tuntaskanlah dan dirimu kan...

Hiraukan semua
Awali hari ini dengan semangat baru
Jangan biarkan
Tragedi masa lalu yang kian menahan

Kenyataan yang terbingkai
Dalam liku cerita
hadirkan nuansa terapuh
Satukan kontradiksi dalam diri
Pacu nurani,melawan semua rintangan